Ratusan Napi di Sulut Terima Remisi Idul Fitri, 3 Orang Langsung Hirup Udara Bebas

BERITA MISTERI DUNIA – Ratusan Napi di Sulut Terima Remisi Idul Fitri, 3 Orang Langsung Hirup Udara Bebas. Berkah Idulfitri bagi 3 narapidana di Sulut. Mereka akhirnya menghirup udara bebas setelah menerima Remisi Khusus (RK) II saat perayaan Lebaran tahun ini. Sementara ratusan narapidana lainnya menerima pengurangan masa hukuman.

“Teruslah memperbaiki diri, jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak mulia dan berbudi luhur serta insan yang berguna bagi pembangunan bangsa,” pesan Kepala Kanwil Kemenkumham Sulut Ronald Lumbuun saat menyerahkan RK di Lapas Tondano pada Rabu (10/4/2024).

Di Lapas Tondano itu, ada 92 narapidana yang menerima RK yang diserahkan oleh Ronald Lumbuun didampingi Kepala Lapas Tondano Yulius Paath, dan Pj Bupati Minahasa Jemmy Stani Kemendong.

Selain di Lapas Tondano, penyerahan RK juga dilakukan di sejumlah Lapas dan Rutan yang ada di Sulut.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Aris Munandar bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Manado Julises Oehlers menyerahkan 161 RK kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Manado, dan 48 Remisi kepada Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Manado.

Sementara itu, Kepala Divisi Administrasi John Batara bersama Staf Ahli Bagian Pemerintahan dan SDM Pemkot Bitung Anneke Tumbelaka dan Kapolres Kota Bitung AKBP Albert Zai dan Kalapas Bitung Syukron Hamdani menyerahkan 79 Remisi kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bitung.

Di Kota Tomohon, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Rudy Hendra Pakpahan menyerahkan 25 Remisi Kepada Anak Binaan LPKA Tomohon dan 21 remisi kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Manado.

“Remisi Khusus diserahkan bagi Warga Binaan di Sulut berjumlah 512 orang dengan rincian RK I atau pengurangan sebagian sebanyak 496 tahanan, dan RK II atau dinyatakan bebas ada 3 tahanan,” ungkap Ronald Lumbuun.

Selanjutnya untuk Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMP) bagi Anak Binaan, untuk PMP I atau pengurangan sebagian sebanyak 13 tahanan. Sedangkan untuk PMP II atau dinyatakan bebas tidak ada.

Semarak Perayaan Idulfitri, dari Kekaisaran Ottoman Hingga Mesir Kuno

BERITA MISTERI DUNIA – Semarak Perayaan Idulfitri, dari Kekaisaran Ottoman Hingga Mesir Kuno. Selama dua hari, kota-kota di Arab dipenuhi dengan suara musik yang menghentak, tarian yang anggun, dan gelak tawa dari para pengunjung yang menikmati berbagai hiburan. Praktik perjudian menjadi bagian tak terpisahkan dari gemerlapnya acara tersebut.

Namun, seiring dengan penyebaran ajaran Islam, tradisi tersebut mulai berubah. Penulis muslim Farah Hedayat, menyatakan bahwa tradisi tersebut mulai memudar dan mengalami transformasi menjadi lebih Islami.

“Nabi Muhammad menyatakan: ‘Allah telah mengganti dua hari permainan kalian dengan dua hari yang lebih baik’ … yang berarti hari raya Idulfitri,” tulis Farah, pada lamanIlmkidunya.

Saat Idulfitri, dengan pakaian yang anggun, Nabi Muhammad menyapa keluarga-keluarga yang berada di sepanjang jalan, tanpa melewatkan siapa pun di seluruh rute yang ia tempuh.

Nabi Muhammad  memakan beberapa buah kurma sebelum berangkat ke ‘Idulfitri. Sunnah ini kemudian melahirkan tradisi mempersembahkan manisan saat Idulfitri.

Pada masa Nabi Muhammad, semua orang, bahkan wanita dan anak-anak, akan berpartisipasi dalam salat Idulftri. Pada hari Idulfitri, Nabi kita tercinta menyapa anak-anak dengan senang hati sambil mengelus kepala mereka, menceritakan lelucon dan memberi mereka hadiah.

Sejak Nabi menyatakan dua hari perayaan, seluruh dunia Islam merayakan dua Idulfitri dengan penuh sukacita. Idulfitri dirayakan di seluruh dunia pada tanggal 1 Syawal sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena telah memberikan dan menyelesaikan bulan suci Ramadhan.

Di seluruh dunia, Idulfitri dirayakan dengan berbagai tradisi yang berbeda dan unik. Seperti halnya yang terjadi di Indonesia saat ini, berbagai sajian khas dimasak pada hari yang penuh sukacita ini dan umat Islam saling bertemu untuk menikmati perayaan tersebut.

Tak terkecuali pada zaman dahulu, Idulfitri juga dirayakan dengan penuh kehormatan. Berikut ini adalah beberapa contoh perayaan Idulfitri pada masa dinasti-dinasti Islam yang berkuasa.

Menurut Farah, salah satu cara untuk mengetahui perayaan Idufitri pada masa pemerintahan Kekaisaran Mughal dapat meniliki catatan Hamiduddin Lahori, sang Punggawa Mughal. Ia menggambarkan dengan indah Idulfitri pada tahun 1628 pada masa pemerintahan Kaisar Shah Jahan.

Bagaimana Manusia Membersihkan Gigi Sebelum Pasta Gigi Diciptakan?

BERITA MISTERI DUNIA – Bagaimana Manusia Membersihkan Gigi Sebelum Pasta Gigi Diciptakan?. Manusia modern saat ini telah terbiasa membersihkan gigi mereka menggunakan pasta gigi. Namun perkara kebersihan gigi sebenarnya bukan hanya milik manusia modern, melainkan sejak dahulu.

Upaya manusia dalam membersihkan gigi telah berkembang pesat selama beberapa ratus milenium terakhir. Meskipun sebagian besar dari kita sekarang secara otomatis menyikat gigi dua kali sehari, manusia zaman dahulu lebih sulit merawat gigi putih mutiara mereka.

Sayangnya bagi nenek moyang kita yang sudah lama bergigi, banyak praktik kedokteran gigi kuno mereka yang tampaknya tidak efektif, menyebabkan tingginya tingkat kerusakan gigi dan penyakit gusi di antara kerangka prasejarah mereka.

Meski demikan, bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka setidaknya berusaha mempertahankan gigi mereka dalam kondisi layak.

Indikasi paling awal untuk perawatan gigi dapat ditemukan pada satu set gigi geraham Neanderthal berusia 130.000 tahun dari gua Kroasia. Set gigi tersebut menunjukkan tanda-tanda telah berulang kali tergores oleh semacam tusuk gigi.

Sayangnya, tidak ada tusuk gigi yang ditemukan di samping sisa-sisa gigi prasejarah tersebut. Namun berdasarkan penandaan tersebut, para peneliti menduga bahwa Neanderthal mungkin menggunakan potongan tulang atau rumput kaku untuk mengeluarkan makanan dari sela-sela gigi mereka.

Maju cepat ke sekitar 14.000 tahun yang lalu dan Anda sampai pada pasien gigi paling awal yang diketahui. Ditemukan di tempat perlindungan batu di Italia, individu malang ini tampaknya menderita kerusakan gigi.

Komponen busuk pada setidaknya satu gigi pria tersebut tampak sengaja telah dikikis menggunakan semacam alat batu tajam. Kalau pernah ada iklan gosok gigi di zaman kuno, pria tua ini layak jadi pemerannya.

Segala sesuatunya mulai menjadi sedikit lebih canggih sekitar tahun 5000 SM ketika orang Mesir kuno mengembangkan pasta gigi paling awal di dunia. Lebih mirip bubuk gigi, campuran ini mengandung bahan-bahan seperti abu dari kuku sapi yang hangus, cangkang telur, mur, dan batu apung. Campuran itu mungkin lebih bersifat abrasif dibandingkan pembersih, tetapi setidaknya dapat menghilangkan kotoran di sekitar gigi.

Orang Persia kemudian menambahkan cangkang siput dan tiram yang dibakar ke dalam campuran, bersama dengan bumbu dan madu. Lalu orang Romawi menambahkan arang dan kulit pohon dengan tujuan mengurangi bau mulut.

Sikat gigi primitif paling awal juga ditemukan di makam Mesir kuno dan Babilonia, dan diperkirakan berasal dari sekitar 3500 SM.

Tidak seperti sikat modern, peralatan ini pada dasarnya hanyalah ranting yang telah dikunyah untuk membuat seratnya menjadi seperti bulu yang dapat digunakan untuk membersihkan gigi.

Singkap Taktik Perang dalam Sejarah Dunia Kuno, Ada Bom Ular Berbisa

BERITA MISTERI DUNIA – Singkap Taktik Perang dalam Sejarah Dunia Kuno, Ada Bom Ular Berbisa. Selama manusia hidup di Bumi, mereka selalu menemukan alasan untuk saling berselisih, membunuh, atau berperang. Seiring berjalannya waktu, manusia pun menjadi cukup mahir dalam hal itu. Maka tidak mengherankan jika selama bertahun-tahun tentara menemukan beberapa cara yang cukup inventif untuk mendapatkan keuntungan dari musuh.

Sebagian besar strategi perang pun ditiru dan disempurnakan oleh tentara modern. Namun, cukup mengejutkan betapa kreatifnya tentara kuno dalam hal seni berperang.

Berikut adalah beberapa taktik peperangan kuno yang mengejutkan, tetapi sering kali efektif dalam sejarah dunia kuno.

Bangsa Het menerapkan perang biologis pada 1500 SM

Mungkin hanya ada satu hal yang lebih buruk dari perang kimia, dan itu adalah perang biologis. Sekadar menyebut perang biologis di media modern sudah cukup untuk membuat seseorang menjadi bergidik. Namun seperti halnya perang kimia, ini bukanlah taktik perang yang baru. Manusia telah melakukan perang biologis terhadap satu sama lain sejak zaman kuno.

Tentu saja, pada zaman dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bakteri atau virus. Tapi orang di zaman kuno cukup pintar untuk menggabungkan dua hal. Ketika seseorang jatuh sakit, sering kali orang-orang di sekitar mereka segera mulai menunjukkan gejala yang sama.

Kasus perang biologis pertama tercatat dalam teks Het tahun 1500-1200 SM. Orang Het merujuk pada orang-orang yang menderita tularemia yang diusir ke negeri musuh. “Harapannya adalah agar mereka dapat menulari musuh,” tulis Robbie Mitchell di laman Ancient Origins. Taktik ini terbukti sangat efektif.

Ada juga hubungan antara penyebaran penyakit dan pembusukan bangkai hewan dan manusia. Sejak 400 SM, pemanah Scythian mencelupkan anak panah ke dalam tubuh yang membusuk dan darah yang tercemar kotoran. Bangsa Romawi kemudian mengikutinya dan mengadopsi praktik mencelupkan pedang mereka ke dalam darah dan kotoran yang membusuk.

Perang kimia sudah ada sejak abad ke-3 SM

Kita sering menganggap perang kimia sebagai tren yang relatif modern dalam sejarah dunia. Peperangan kimia memunculkan gambaran gas klorin yang digunakan selama Perang Dunia I, Agen Oranye di Vietnam, atau fosfor putih. Kami menganggap taktik peperangan kuno lebih terhormat.

Bukti paling awal penggunaan senjata kimia dalam peperangan berasal dari sekitar abad ke-3 SM. Buktinya ditemukan di situs Dura-Europos, yang terletak di Suriah di sepanjang Sungai Efrat.

Dura-Europos adalah kota Romawi yang jatuh ke tangan Kekaisaran Sasaniyah. Tidak ada sumber tertulis yang menggambarkan pengepungan Dura-Europos, tetapi bukti arkeologi memberikan gambaran yang mengerikan. Tampaknya orang-orang Sasania berusaha menembus tembok kota dengan membuat terowongan di bawahnya. Bangsa Romawi menangkapnya dan mulai menggali terowongan mereka sendiri sebagai tindakan balasan.

Ribuan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Batu Ampar Batam

BERITA MISTERI DUNIA – Ribuan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Ribuan pemudik dari Batam tujuan Pelabuhan Belawan Medan, Sumatra Utara terlantar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Penyebabnya KM (Kapal Motor) Kelud Pelni terlambat bersandar.

Faisal salah seorang pemudik Batam mengelub kelelahan karena menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

“Saya dari rumah sekitar 13.30, dengan buru-buru saya kira kapal sudah sandar,” kata Faisal.

Faisal hendak pulang ke kampung halamannya di Sumatera Utara bersama seluruh anggota keluarga. Ia tak sendiri, ada sekitar empat ribu calon penumpang yang bernasib sama.

Pengakuan lain datang dari Habibi. Ia mengaku sudah menunggu tanpa kepastian keberangkatan selama lebih dari tujuh jam.

“Awak datang jam 2 siang. Ini cuaca juga panas dan gerah. Kami diminta menunggu di tenda,” kata Habibi.

Para calon penumpang ini hanya diberi informasi bahwa kapal terlambat dari yang dijadwalkan. Pemberitahuan itu disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS) oleh Pelni.

”Yth. Penumpang KM. Kelud

Keberangkatan dari Batam tanggal 07/04 pukul 18.00 dimundurkan menjadi tanggal 07/04 pukul 20.00. Dimohon kepada para penumpang agar memasuki pelabuhan pukul 17.00.

Info hub 021 162/162 atau Whatsapp Official 08111621162. Terima kasih,” demikian pesan seperti yang ditunjukkan Habibi.

Sementra itu Kepala Cabang PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Muhamad Iqbal saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban penyebab terjadinya keterlambatan kapal KM Kelud.

Ketika Arminius Membuat Malu Jenderal Romawi di Hutan Teutoburg

BERITA MISTERI DUNIA – Ketika Arminius Membuat Malu Jenderal Romawi di Hutan Teutoburg. Tidak ada yang lebih memalukan bagi Kekaisaran Romawi terkait serbuan suku Jermanik selain kehancuran tentara Romawi dalam Pertempuran Hutan Teutoburg pada tahun 9 Masehi.

Orang yang bertanggung jawab atas kekalahan pasukan Romawi ini adalah Arminius dari suku Cherusci (hidup sekitar tahun 18 SM-19 M).

Arminius dari Cherusci kini dipuji sebagai pahlawan nasional Jerman dan dipanggil Hermann. Arminius atau Hermann mungkin dibesarkan di kota Roma, tempat dia menjadi salah satu sandera anak-anak dari beberapa rampasan perang.

Lahir sekitar tahun 18 SM, Arminius adalah putra sulung kepala suku Cherusci Segimer. Untuk menjamin perdamaian dengan Roma, Segimer diperkirakan telah menyerahkan Arminius dan adiknya Flavus ke Roma sebagai sandera anak-anak.

Dibesarkan seperti bangsawan Romawi, dua bersaudara itu belajar bahasa Latin dan memperoleh pengalaman dalam peperangan Romawi. Kemungkinan besar kedua bersaudara itu bertempur bersama legiun di bawah pimpinan Tiberius Claudius Nero, anak tiri Kaisar Augustus, menumpas pemberontakan besar Pannonia dan Iliria pada sekitar tahun 7 M.

Sekitar tahun 8 M Arminius dipindahkan ke Rhine untuk bertugas di bawah Gubernur atau Jenderal Publius Quinctilius Varus. Misi Varus adalah mengubah Germania Magna (Jerman Raya), wilayah kesukuan di sebelah timur Rhine, menjadi provinsi Romawi yang utuh.

Arminius dari Cherusci tumbuh menjadi prajurit yang cakap dalam pasukan Romawi dan diberi tanggung jawab atas beberapa unit yang terdiri dari prajurit yang berasal dari tanah kelahirannya.

Namun ketika dia dikirim ke Germania untuk bergabung dengan Publius Quinctilius Varus, dia entah bagaimana merasakan panggilan dari tanah kelahirannya dan bangkit memberontak melawan Romawi dengan mengumpulkan suku-suku lain.

Sepanjang sejarah Romawi kuno, kekaisaran ini sejatinya telah banyak diganggu oleh serbuan beberapa suku Jermanik dari waktu ke waktu. Namun serbuan yang dipimpin oleh Arminius dari Cherusci adalah yang paling berdampak.

Arminius dari Cherusci menyergap Varus sang Gubernur dan Romawi dan menghancurkan tiga legiun tentara Romawi dalam Pertempuran Hutan Teutoburg. Hal ini mempunyai konsekuensi yang luas.

Kekalahan ini dianggap sebagai penghinaan terbesar bagi Roma dan kemudian melemahkan Kekaisaran Romawi Barat.

Sayangnya, Arminius dibunuh oleh orang dari sukunya sendiri, yang mungkin menjadi iri dengan pengaruhnya yang semakin besar terhadap Germania yang telah dibebaskan.
Berita Terbaru Hari Ini

Dua Kali Konflik Besar Maluku, Perang Saudara setelah Kemerdekaan RI

BERITA MISTERI DUNIA – Dua Kali Konflik Besar Maluku, Perang Saudara setelah Kemerdekaan RI. Maluku, yang kini telah terbagi menjadi dua provinsi (Maluku Utara dan Maluku), terdiri dari ribuan pulau yang sebagian besar berukuran kecil dan berpenduduk sedikit yang tersebar di wilayah luas yang dihuni oleh beragam masyarakat. Kelompok Hak Minoritas memperkirakan bahwa Maluku adalah rumah bagi hingga 131 bahasa asli.

Meskipun terdapat keragaman etnis, pada tahun 2019 provinsi ini hanya berpenduduk 1,7 juta jiwa. Hal ini menjadikan provinsi-provinsi di Maluku ini sebagai provinsi yang paling sedikit penduduknya dan kurang berkembang di Indonesia.

Dahulu, Maluku adalah hadiah gadang yang diperebutkan oleh negara-negara besar Eropa dari abad ke-16 hingga ke-19, di era globalisasi yang jauh lebih awal. Sasaran perjuangan besar ini, yang pada akhirnya dimenangkan oleh Belanda, adalah pala dan cengkih yang membuat Kepulauan Maluku diberi julukan Kepulauan Rempah.

Masyarakat Maluku, dan khususnya Pulau Ambon yang paling padat penduduknya, disukai oleh Belanda karena kehebatan bela diri mereka. Mereka kemudian membentuk Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) yang sebagian anggotanya para lelaki Maluku.

Dalam Perang Dunia II, sekutu juga menganggap Ambon sebagai lokasi strategis yang signifikan, dan pasukan Australia serta Persemakmuran lainnya bekerja sama dengan KNIL untuk mempertahankannya dari invasi Jepang. Setelah direbut oleh Jepang pada tahun 1942, tempat ini menjadi lokasi salah satu kamp tawanan perang Jepang yang paling brutal.

Ini adalah sebuah fakta yang diakui dalam persidangan Kejahatan Perang di Tokyo. Saat ini, hal ini diperingati dengan sebuah permakaman yang indah dan terawat baik, yang dikenal secara lokal sebagai Permakaman Australia.

Pada tahun 1950 sebagian masyarakat Maluku mendeklarasikan kemerdekaan Republik Maluku Selatan (RMS) dari Indonesia. Pasukan Indonesia menggempur Maluku.

Perang saudara pun meletus. Lalu demi mencari keamanan, ribuan orang Maluku melakukan eksodus ke Belanda.

Konflik kembali terjadi di Maluku ketika ketegangan sektarian antara komunitas Muslim dan Kristen di Ambon meletus menjadi peperangan terbuka pada bulan Februari 1999.

Meminjam kata-kata dalam buku Christopher Koch tentang kekacauan tahun 1965, tahun 1999 adalah “tahun hidup berbahaya” yang kedua bagi Indonesia. Dia juga menyebut Ambon adalah salah satu yang paling brutal dari sekian banyak titik konflik yang berkobar di seluruh Nusantara setelah jatuhnya Suharto.

Perdamaian konflik Ambon akhirnya terwujud melalui Perjanjian Malino tahun 2002, setelah empat tahun konflik dan pengungsian sedikitnya 700.000 orang dan lebih dari 5.000 kematian.

Ambon telah dibangun kembali dan bangkit dari abu, meski masih terlihat sisa-sisa kerusakan, belum lagi bekas luka yang kurang terlihat dari mereka yang menjadi saksi pembantaian tersebut. Namun perdamaian tetap terjaga, dan Maluku sekali lagi menghilang dari sorotan internasional.

Kisah Menggemparkan Dunia: Pemuda Maluku Membajak Kereta di Belanda

BERITA MISTERI DUNIA – Sekelompok pemuda Maluku di Belanda pernah menggemparkan dunia. Pada tanggal 2 Desember 1975, sekelompok pemuda Maluku menjadi berita utama internasional karena membajak sebuah kereta api di Belanda bagian utara.

Para pemuda Maluku itu menyandera 50 penumpang dan membunuh masinis. Mereka kemudian dengan dingin mengeks ekusi dua penumpang di depan kamera televisi.

Para teroris itu menuntut bantuan Belanda dalam perjuangan untuk mendapatkan kembali kemerdekaan di kepulauan selatan Maluku. Itu adalah sebuah kepulauan yang direbut oleh tentara Indonesia tidak lama setelah Republik Maluku Selatan (RMS) mendeklarasikan kemerdekaannya pada bulan April 1950.

Tindakan dramatis tersebut adalah yang pertama dalam sejumlah penyanderaan yang mengguncang Belanda selama beberapa tahun berikutnya. Aksi pembajakan kereta itu menandai salah satu ancaman paling serius terhadap keamanan sipil Belanda pada periode pascaperang.

“Ini benar-benar mengerikan,” kenang Krijn Reitsma, yang bekerja di Amsterdam pada saat itu, “Mereka menyandera banyak orang yang tidak bersalah dan membunuh beberapa dari mereka secara langsung. Kami lega karena tidak ada lagi yang terbunuh.”

“Sungguh mengerikan ketika ada orang yang terbunuh,” kata Jootje Sinai, generasi kedua orang Belanda asal Maluku. “Anda memahami apa yang mereka perjuangkan tetapi tidak mengerti mengapa mereka harus membunuh orang. Itu adalah saat yang mengerikan dan saya berharap hal itu tidak pernah terjadi. lagi.”

Saat ini, puluhan tahun setelah drama teroris terakhir di akhir tahun tujuh puluhan, dan seiring dengan perlahan-lahan Indonesia bergerak menuju demokrasi, prospek otonomi yang lebih besar atau bahkan kemerdekaan Maluku tampak lebih cerah dibandingkan sebelumnya. Namun banyak warga Maluku yang tinggal di Belanda telah kehilangan semangat nasionalis yang berkobar kuat sekian dekade lalu.

“Saya tahu bahwa sejarah saya ada hubungannya dengan gagasan kemerdekaan Maluku, tetapi saya tidak lagi percaya pada gagasan itu,” keluh generasi kedua warga Belanda-Maluku Charley Behoekoe Nam Radja.

“Saya percaya pada gagasan itu ketika saya masih muda. Saya punya cita-cita lain sekarang, seperti mencoba membuat Belanda menjadi masyarakat multikultural yang lebih sukses,” ujarnya lagi.

Setelah lebih dari setengah abad tinggal di Belanda, komunitas Maluku di Belanda perlahan-lahan menyerah pada impian puluhan tahun mereka untuk berkemas dan kembali ke Maluku Selatan yang merdeka. Mereka kini lebih memilih berjuang untuk sukses di dunia Belanda abad ke-21 yang semakin kompleks.

Kisah komunitas Maluku di Belanda adalah kisah yang panjang dan rumit, dan berakar pada ekspansionisme komersial sejak masa awal kemerdekaan Belanda. Tahun 2024 menandai peringatan 425 tahun kedatangan kapal Belanda pertama di Kepulauan Rempah-Rempah.

Sejak dahulu kala, Maluku merupakan pemasok utama cengkih dan pala untuk pasar dunia. Pada awal abad ketujuh belas Perusahaan Hindia Belanda Bersatu, Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), memperoleh monopoli atas ekspor cengkih dari Hindia. VOC melakukan ekspansi secara finansial dan geografis, sehingga hampir seluruh kepulauan Indonesia berada di bawah kendalinya selama abad ke-17 dan ke-18.

Dipimpin Attila, Apakah Suku Hun Benar-Benar Brutal dan Mematikan?

BERITA TERBARU HARI INI – Dipimpin Attila, Apakah Suku Hun Benar-Benar Brutal dan Mematikan?. Kejam dan tidak dapat diprediksi, hanya sedikit pasukan yang sama menakutkannya dengan pasukan Hun dalam sejarah dunia.

Turun ke kota seperti angin puyuh dari neraka, para penunggang kuda yang buas membunuh tanpa pandang bulu. Mereka menumpas siapa saja, entah itu pejuang maupun warga sipil, pria dan wanita, orang dewasa dan anak-anak.

Dengan kecerdasan militer ini, Suku Hun menciptakan sebuah kerajaan yang membentang dari timur ke barat, Laut Kaspia hingga Sungai Rhine. Dan utara ke selatan, dari Laut Baltik hingga Laut Hitam. Keluasan sepenuhnya kerajaan ini dicapai di bawah pemimpin kuat suku Hun, Attila, Scourge of God.

Suku Hun sangat ditakuti, bahkan mereka dianggap sebagai mimpi buruk bangsa Romawi. Apa yang membuat mereka begitu menakutkan?

Baru-baru ini, para sejarawan mulai mengkaji ulang citra Suku Hun. Secara keseluruhan, Suku Hun adalah suku yang buta huruf. Mereka tidak meninggalkan bukti tertulis tentang sejarah mereka. Apa yang kita ketahui tentang Suku Hun terutama berasal dari komentar-komentar yang ditulis oleh orang Romawi.

“Mereka sering menjadi korban serangan Suku Hun,” tulis Kerry Sullivan di laman Ancient Origins.

Tidak diragukan lagi, bangsa Hun adalah pejuang yang ganas. Tapi apakah mereka benar-benar brutal dan biadab seperti yang dicatat oleh sejarah dunia?

Suku Hun dan propaganda Romawi

“Kita mengetahui dari tradisi lama perihal asal-usul Suku Hun. Filimer, Raja Goth, putra Gadaric Agung, menemukan penyihir di tengah bangsanya. Karena mencurigai wanita-wanita ini, dia mengusir mereka dari tengah-tengah sukunya. Filimer memaksa mereka untuk mengembara di pengasingan jauh dari pasukannya.

Di sana roh-roh najis, yang melihat mereka saat mereka mengembara di padang gurun, memberikan pelukan kepada mereka. Roh tersebut memperanakkan ras yang buas ini.

Ras ini mula-mula tinggal di rawa-rawa. Mereka adalah suku yang kerdil, kotor dan lemah, hampir tidak seperti manusia dan tidak mempunyai bahasa.”

Jadi, asal-usul suku Hun dikaitkan dengan perkawinan penyihir dan setan. Deskripsi ini ditulis pada abad ke-6 M oleh birokrat Romawi Jordanes, sekitar satu abad setelah bangsa Hun memicu Migrasi Besar-besaran. Migrasi itu dipercaya menjadi faktor utama jatuhnya Romawi.

Yokai Mitologi Jepang di Balik Raja Iblis Dalam ‘Demon Slayer’

BERITA MISTERI DUNIA – Yokai Mitologi Jepang di Balik Raja Iblis Dalam ‘Demon Slayer’. “Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba”, serial manga Kekaisaran Jepang yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2016, dengan cepat menjadi salah satu waralaba media yang paling sukses hingga saat ini.

Serial ini mengisahkan tentang remaja Tanjiro Kamado, yang menjadi pembasmi iblis setelah keluarganya dibantai dan adik perempuannya, Nezuko, berubah menjadi iblis.

Sepanjang rangkaian, Tanjiro dan teman-temannya bertemu dengan berbagai macam monster. Banyak di antaranya yang menyerupai iblis, atau oni, dari cerita rakyat Jepang.

Salah satu tokoh penting dalam serial tersebut adalah adalah tokoh antagonis Muzan Kibutsuji. Raja iblis yang penuh teka-teki ini dikenal karena kekejamannya, kecerdikannya, dan kekuatannya yang luar biasa.

Dia memiliki kekuatan yang luar biasa dan merupakan ancaman besar bagi para utama utama dalam upaya mereka untuk membasmi kejahatan.

Menurut Anne Taylor, dilansir dari lamanNational Geographic, kemampuan dapat berubah bentuk Muzan Kibutsuji dan kekuatannya yang lain identik dengan Nurarihyon, yokai legendaris di Kekaisaran Jepang.

“[Yokai] umumnya menempati zona spiritual di suatu tempat di antara kami (dewa-dewa Shinto atau roh) dan oni,” kata John Pavel Kehlen, profesor sastra Asia di Universitas Soka Amerika.

Mereka tidak berada di surga atau di neraka, Kehlen melanjutkan, “tetapi hidup di dunia manusia karena mereka memiliki keterikatan yang masih ada, entah itu kemarahan, obsesi romantis, nafsu, atau keinginan untuk membodohi orang.”

Meskipun asalnya tak jelas, Nurarihyon telah memikat banyak orang dan mengilhami berbagai karya dalam budaya populer.

Sejak munculnya dalam cerita-cerita tradisional Jepang hingga adaptasinya dalam berbagai karya modern—seperti “GeGeGe no Kitarō”, “Nura: Rise of the Yokai Clan“, “Hozuki’s Coolheadedness“, dan novel grafis seperti “Nurarihyon no Mago” dan “The Haunted Bookstore:Gateway to a Parallel Universe.“—peran Nurarihyon telah menjadi simbol dari dunia yokai dan memperkaya warisan budaya Jepang.

Keberadaannya juga sering digunakan sebagai elemen plot yang penting dalam berbagai cerita yang syarat akan keajaiban dan kegelapan.