Ini Penemuan-penemuan di Laut Dalam Paling Menakjubkan selama 2021

Ini Penemuan-penemuan di Laut Dalam Paling Menakjubkan selama 2021

MISTERI DUNIA – Ini Penemuan-penemuan di Laut Dalam Paling Menakjubkan selama 2021. Samudera dan lautan dunia masih merupakan tempat yang misterius bagi sebagian besar manusia di bumi, terutama kehidupan laut dalam. Sangat sedikit ekspedisi yang menjangkau kedalaman laut yang dingin dan gelap di bawah sana, dan masih banyak hal yang belum kita ketahui dari kehidupan yang berada di bawah sana.

Seiring kemajuan teknologi sepanjang waktu, misteri-misteri itu perlahan mulai terkuak satu demi satu, dan kini makin banyak yang bisa kita ketahui. Meski tentu saja jalan masih begitu panjang.

Ekspedisi-ekspedisi laut yang dilakukan selama tahun 2021 menambah daftar penampakan laut dalam yang misterius tersebut, termasuk juga spesies-spesies laut yang baru ditemukan.

Di tahun 2021, dengan teknologi eksplorasi bawah laut yang makin canggih, para ilmuwan berhasil merekam beberapa makhluk yang tak sempat menjauh, atau memang tidak takut pada robot bawah laut dan tidak lari darinya. Juga makhluk-makhluk laut dalam yang terlalu kecil untuk difoto secara sederhana maupun yang tembus pandang.

Inilah beberapa penemuan-penemuan dari laut dalam sepanjang tahun 2021 yang menakjubkan :

  1. Penampakan ubur-ubur hantu raksasa

Saat menjelajahi laut dalam di Teluk Monterey, California, Amerika Serikat, para ilmuwan kelautan dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) berhasil mendokumentasikan peristiwa langka kehadiran dari ubur-ubur hantu raksasa (Stygiomedusa gigantea) yang berkeliaran di perairan dalam.

Dilihat dari dekat,  kepala ubur-ubur raksasa yang mirip lonceng itu berukuran sekitar 1 meter. Tampak bagian kepala ubur-ubur raksasa ini berdenyut-denyut, tubuhnya tembus pandang berwarna merah tua dengan empat tentakel yang panjang dan mengepul di belakang.

  1. Ilmuwan mencapai tempat tersulit dijangkau di Laut Dalam Kutub Utara

Apa yang lebih sulit dijangkau selain dari samudera yang dalam? Mungkin jawabannya adalah mencapai laut dalam dibawah lapisan daratan es tebal di kutub utara.

Namun dalam ekspedisi yang bernama proyek HACON yang dilakukan pada Oktober 2021, sekelompok ilmuwan dan insinyur dengan menggunakan robot bawah air berhasil menjelajahi dunia lautan dalam yang sangat dingin sekitar 4000 meter di bawah permukaan Samudra Arktik di kawasan daratan es Kutub Utara.

Ini adalah pertama kalinya para peneliti melakukan survei lubang ventilasi vulkanik langka dan kehidupan di kawasan yang terpencil pada daerah yang dinamakan Aurora di Kutub Utara itu.

Para ilmuwan berhasil mengambil sampel batuan, cairan, sedimen, dan berbagai fauna untuk studi geologi, geokimia, mikropaleontologi, mikroba, mikrofauna, dan makrofauna untuk lebih memahami fungsi ekologis dari Samudera Arktik.

Analisis sampel yang diambil memungkinkan peneliti untuk menilai apakah hewan-hewan di sana telah berevolusi dalam isolasi di Samudra Arktik atau apakah mereka juga terhubung dan berinteraksi dengan hewan-hewan dari belahan lain di bumi ini.

Selain itu, data tersebut akan memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana kehidupan awal terbentuk di Bumi, dan membangkitkan minat yang tinggi dalam eksplorasi ruang angkasa dan pencarian kehidupan ekstra-terestrial di tata surya kita.

  1. Penemuan gading gajah purba di 3000 meter bawah laut

Tahun 2019, ilmuwan Steven Haddock dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) California, dan rekannya Randy Prickett, sedang menjelajahi dasar laut sedalam 3 ribu meter, sekitar 300 km lepas pantai California, Amerika Serikat.

Ada sesuatu yang menarik penglihatannya, benda yang tampak seperti gading gajah. Dia mengambil sepotong kecil gading tersebut dan membawanya ke atas. Lalu, pada Juli 2021, Haddock kembali ke lokasi untuk mengambil seluruh gading yang ada.

Pada November 2021, Prickett dan Haddock menyatakan, dengan bantuan para peneliti dari University of California, Santa Cruz, dan University of Michigan, sudah dipastikan benda itu adalah benar gading gajah purba. Tepatnya, gajah mammoth Kolombia.

“Di bawah laut, kita bisa mengharap bertemu banyak hal tidak terduga, apalagi ketika menjelajahi laut dalam. Tetapi, saya masih terkejut bahwa kami menemukan gading purba mammoth,” kata Haddock dikutip dari MBARI.

Gajah mammoth tiba di tempat yang sekarang disebut Amerika Utara sekitar satu juta tahun lalu dan berevolusi menjadi mammoth Kolombia [Mammuthus columbi], yang tingginya lebih dari 4 meter dengan berat sekitar 9 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *