7 Monumen Tertua di Dunia, Semua dari Sebelum Masehi 

7 Monumen Tertua di Dunia, Semua dari Sebelum Masehi 

MISTERI DUNIA – 7 Monumen Tertua di Dunia, Semua dari Sebelum Masehi . Masa lalu selalu dipenuhi misteri yang tersimpan. Melalui monumenlah semua hal tersebut bisa dikuak oleh para arkeolog, yang melihat bagaimana gambaran orang-orang di masa lalu.

Tujuh monumen berikut telah diindetifikasi oleh para ahli sudah berdiri bahkan sebelum masehi. Mari lihat apa saja yang ditemukan dari beragam monumen ini, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Göbekli Tepe, Turki

Berdasarkan laporan UNESCO, Göbekli Tepe termasuk penemuan bergaya zaman Neolitik pra-tembikar antara 9.600 dan 8.200 SM. Wilayah ini juga memiliki komunitas pertanian paling kuno di dunia. Situs ini terletak di timur laut kota Şanlıurfa (Urfa), Turki tenggara.

Dibangunnya Göbekli Tepe adalah bukti inovasi kemampuan arsitektur manusia pada zaman dulu. Pilar batu kapur adalah berbentuk T menunjukkan adanya acara pemujaan yang tingginya mencapai 5,50 meter.

Beberapa pilar juga menunjukan gambaran abstrak wujud manusia dengan ikat pinggangnya dan cawat. Selain itu juga ditemukan sisa-sisa bangunan non-monumental yang berasal dari bangunan rumah tangga.

2. Mehrgarh, Pakistan

Mehrgarh terletak di dataran Kachi di sebelah barat lembah sungai Indus di antara kota Quetta, Kalt dan Sibi. Mehrgarah terkadang dianggap pemukiman pertanian paling awal di Asia Selatan berdasarkan panggalian arkeologi dari tahun 1974.

Dilansir ancient Pakistan info, Mehrgarg terbagi tiga periode. Periode I 7000-5500 SM bersifat neolitik dan akeramik. Beragam benda ditemukan di sini seperti keranjang, peralatan batu, tulang, manik-manik, batu kapur, pirus, lapis, lazuli, batu pasir dan tembaga poles

Pada periode II 5500 – 4800 SM ditemukannya dua kuburan dengan lapisan oker merah pada tubuhnya. Para arkeolog mengindentifikasikan periode II dan periode III 4800 – 3500 SM telah masuk zaman keramik Neolitik.

Ditandai dengan ditemukannya banyak manufaktur dan teknik yang digunakan lebih maju. Meliputi bor batu, tembaga, tanur ke atas, tanur lubang besar dan cawan peleburan tembaga.

3. Cairn de Barnenez, Perancis

Dilansir ancient origin, Cairn de Barnenez berada di Semenanjung Kernéléhen di Finistère utara, Brittany. Diperkirakan dibangun pada zaman neolitik awal sekitar 5.000 SM. Ukuran monemun kuno ini panjangnya 72 meter, lebar antara 20 dan 25 meter dan tinggi 9 meter.

Sedangkan jenis bahan kontruksi terbagi dua. Tahap pertama, para pembangun zaman itu memanfaatkan dolerite melimpah yang ditemukan di sana. Tahap keduanya menggunakan granit yang terdapat di sekitaran sana.

4. Anu Uruk Ziggurat, Irak

Ziggurat menyerupai piramida berundak dengan bagian atasnya datar. Dikenal dengan Ziggurat Uruk yang dulunya terletak di Mesopotamia Selatan, Irak. Didirikan oleh raja bernama Enmerkar, Gilgamesh sekitar tahun 4.500 SM. Jelas, ancient origins.

Di bawah pemerintahan Ur-Nammu, ia menyatukan semua kota Sumeria menjadi satu kerajaan. Kemudian ia membangun awal dari ziggurat (menara kuil) yang diidentifikasi sebagai tempat menyembah para dewa.

Bangsa Sumeria percaya bahwa dewa mereka datang dari pegunungan. Dibangunnya ziggurat mempunyai relevansi dengan bangsa Sumeria karena agama adalah bagian sangat penting dari kebudayaan Mesopotamia kuno.

Dibagian lain dari ziggurat, Kuil Putih Uruk dibangun sekitar tahun 3.200 hingga 3.000 SM yang didedikasikan untuk menyembah dewa langit Anu. Dilansir ancient origin.

5. Kuil Ġgantija, Malta

Ġgantija terletak di pulau Gozo di mana terbagi menjadi dua candi terpisah, candi selatan yang dibangun pada 3.600 SM dan candi utara di tahun 3.000 SM. Tentu saja kuil ini merupakan situs pemujaan dewi kesuburan ibu pertiwi. Banyak patung ditemukan masih terkait dengan tradisi pemujaannya.

Fitur dekorasi terdiri dari sebagian panel-panel yang dihiasi relief beserta lubang-lubang bor. Motifnya spiral, pohon, tumbuhan dan berbagai binatang. Bentuk dan tata letak bangunan menunjukan fokus ritual penting dari masyarakat yang sangat terorganisir.

Dilansir ancient origins, Ġgantija dikelilingi oleh tembok pembatas yang dibangun menggunakan teknik tajuk dan tandu bergantian. Beberapa megalit raksasa melebihi 5 meter dan beratnya lebih dari 50 ton.

6. Shahr-E Sukhteh, Iran

Shahr-E Sukhteh berada di dataran tinggi Iran diperkirakan berdiri sekitar tahun 3.200 SM. Penemuan arkeologi seperti bejana batu, permata dan tembikar menunjukan peran penting kota ini pernah menjalani hubungan dengan bangsa lain.

Uniknya monumen ini masih memiliki penemuan yang terpelihara dengan baik dilihat dari bentuk struktur batu bata lumpur, kuburan, dan artefaknya. Meski sudah berabad-abad.

Shahr-E Sukhteh menunjukan transisi yang pesat berawal dari pemukiman pedesaan sampai menjelma menjadi perkotaan. Disertai juga dengan pencapaian dan perkembangan budaya, sosial, ekonomi yang signifikan dari zaman kalkolitik hingga awal zaman perunggu. Jelas UNESCO.

7. Dholavira, India

Dholavira adalah situs arkeologi yang berada di India masih terkait dengan peradaban lembah Indus. Terletak di reruntuhan kota kuno Harappa yang dihuni dari 3.000 hingga 1.800 SM. Luasnya 250 hektar di area Dholavira tempat situs ini berada.

World Atlas melansir, arkeolog dari India menemukan sistem pengairan kota dengan adanya 16 waduk. Saluran yang menyimpan air atau mengalihkan air dari anak sungai terdekat.

Lantas ini merupakan temuan penting yang mengaliri urat nadi kehidupan masyarakat Harappa. Masyarakatnya pada waktu itu berhasil membangun sumber daya air berkelanjutan.

Waduk dibangun dengan efisien sehingga memungkinkan keberhasilan panen air hujan dapat disaring atau disimpan. Menunjukan kecerdikan masyarakat Harappa merupakan orang yang hidup pada zaman kuno. Benda-benda lain pun ditemukan seperti kuburan, patung batu, perhiasan emas, manik-manik serta beberapa bangunan berbentuk setengah bola.

Meski belum memasuki periode Masehi, tetapi kecanggihan pemikiran orang masa lalu mampu membangun monumen dengan segala temuannya. Oleh karena itu dapat diteliti lebih mudah oleh arkeolog dewasa ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *